Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

MIRIS ! Ditusuk Anaknya Hingga Tewas, Ibu Minta Anaknya Berbohong Kepada Polisi Agar Anaknya Tidak Dipenjara

 Kesal sering dimarahi, seorang remaja di Jepara, Jawa Tengah, gelap mata dan menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri.

Remaja tersebut, M (17), menghilangkan nyawa ibunya sendiri, SM (34), dengan sebilah pisau, Minggu (11/9/2021).

Meski sang anak menikamnya, korban justru sempat meminta anaknya untuk tidak mengaku telah melukai dan menghabisinya.

Dilansir dari Kompas.com, sang ibu justru meminta anaknya bilang kalau dirinya ditusuk orang gila.

"Sebelum meninggal dunia, ibunya berpesan khusus kepada tersangka. Sampaikan ke orang-orang, aku ditusuk orang gila yang masuk rumah dan bukan kamu," ungkap Kasatreskrim Polres Jepara AKP M Fachrur Rozi saat dihubungi Kompas.com melalui ponsel, Selasa (21/9/2021).

Dari hasil penyelidikan, MF sempat menuruti permintaan terakhir korban tersebut.

"Tersangka sempat berbohong kepada tetangganya jika ibunya ditusuk orang gila. Namun, setelah kami interogasi, tersangka mengakui telah menganiaya ibunya," terang Rozi.

Peristiwa tragis itu menggemparkan warga Desa Singorojo, Kecamatan Mayong. Di hadapan polisi, MF mengaku kesal karena sering dimarahi dan dianggap malas bekerja.

"Pengakuan tersangka, ia kesal sering dimarahi karena tidak bekerja dan disebut hanya bisa makan, tidur, dan nonton televisi saja. Korban ditusuk dengan pisau dapur yang berada di dekatnya,” ujar Kepala Satuan Reserse Kriminial Kepolisian Resor Jepara AKP M Fachrur Rozi, Selasa (21/9/2021).

Panik usai sadar membunuh ibunya

Rozi menjelaskan, saat itu tersangka sedang menonton televisi di ruang tamu. Lalu, korban datang dan menegur MF karena dianggap malas-malasan.

Mendengar hal itu, kata polisi, tersangka tersulut emosinya dan segera mengambil pisau dan menusukkannya ke tubuh ibunya. Korban seketika itu tersungkur di lantai.

Melihat hal itu, tersangka lalu menganiaya korban.

Sesaat kemudian tersangka sadar telah menyakiti ibu kandungnya. MF lalu lari dan meminta tolong ke warga.

"Korban sempat dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Mayong, tetapi nyawanya tidak tertolong karena pendarahan, dan korban dinyatakan meninggal dunia sore pukul 17.00," ucapnya.

Setelah itu, polisi segera mengamankan MF. Tersangka dijerat Pasal 44 Ayat (3) UU RI No 23 Tahun 2004 tentang Pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT).

"Ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun atau denda paling banyak Rp 45.000.000," bebernya.

Posting Komentar untuk "MIRIS ! Ditusuk Anaknya Hingga Tewas, Ibu Minta Anaknya Berbohong Kepada Polisi Agar Anaknya Tidak Dipenjara"