Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Doyan Bersetubuh Tiap Malam, Suami Habisi Nyawa Istri dan Anaknya Yang Masih Didalam Perut Karena Menolak Untuk Layani Nafsunya



 Perempuan berusia 26 tahun, tewas dibunuh oleh suaminya sendiri, JPK (25), pada Senin (19/21).

Saat dibunuh, PIC sedang hamil lima bulan. Mayatnya ditemukan terbungkus kasur di dekat Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya dalam kondisi membusuk pada Kamis (22/21) malam.

Cekcok dengan suami

PIC dan suaminya, JPK, selama ini tinggal di kamar kos di Jalan Gayungan VII, Surabaya.

Sebelum ditemukan tewas, tetangga kos korban sempat mendengat keributan dari kamar PIC pada Senin (19/21) malam.

Hal tersebut diungkapkan KDA, salah satu rekan korban kepada Surya.co.id.

"Saya dikabari sama tetangga kos korban. Dengar suara ribut dalam kamar korban. Ternyata tahunya pas ada kabar mau tanya ditemukan itu, tiga hari dari kejadian," kata KDA

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian mengatakan, JPK tega membunuh istrinya karena dendam pernah diselingkuhi korban.

"Awalnya cekcok, kemudian tersangka membekap korban menggunakan bantal, lalu mencekik leher korban sampai meninggal dunia," kata Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian, Jumat (23/21).

Saat pembunuhan terjadi, tersangka sadar sang istri dalam kondisi hamil lima bulan.

Selain cemburu karena perselingkuhan, tersangka juga mengaku kerap bertengkar karena urusan bergantian menjaga anak pertama mereka.

Oki mengatakan, setelah membunuh istrinya, JK menyimpan mayat di dalam kamar selama tiga hari. Ia pun tetap tinggal di kamar tersebut.

Saat mayat disimpan dalam kamar kos, janin yang dikandung korban keluar dalam kondisi tak bernyawa.

"Janin tersebut berkelamin laki-laki dan sudah meninggal dunia," jelasnya.

Setelah dua hari, mayat mulai membusuk dan mengeluarkan aroma menyengat. Dengan menggunakan gerobak sampah, JK membuang mayat istrinya di lokasi yang sepi pada Rabu (21/21).

Agar tak terlihat, JPK membungkus mayat istrinya dengan kasur, pakaian dan handuk.

Mayat PC dibuang di tanah lapang tak jauh dari Masjid Nasional Al-Akbar, Suranaya, Kelurahan Pagesangan, Kecamatan Jambangan.

JPK membuang mayatnya yang sudah membusuk dibantu tetangganya penjual batagor.

"Dia dibantu tetangganya penjual batagor untuk membuang jasad istrinya karena sudah berbau busuk," ujarnya.

Mayat ditemukan warga pada Kamis (22/21) tanpa identitas sama sekali. Setelah dilakukan pemeriksaan, baru diketahui korban adalah PCI.

Beberapa jam setelah mayat ditemukan, polisi berhasil meringkus JPK di kamar kosnya tanpa perlawanan pada Jumat (23/21) dini hari.

"Awalnya pelaku tidak mengaku, tapi setelah ada bukti dan saksi, suaminya mengakui perbuatannya," kata Oki.

Baca juga: Cemburu Buta, Pria Ini Bunuh Istri dan Tetangganya, Diancam 30 Tahun Penjara

Sementara JK mengaku membunuh istrinya karena emosi sering dihina tak bekerja.

"Saya sakit hati karena terus dihina, karena enggak kerja," kata JPK kepada wartawan di Mapolrestabes Surabaya, Jumat (23/21).

Dia juga mengaku spontan membunuh istrinya karena emosi. "Saya spontan saja, saya emosi," ucap dia.

Pelaku mengaku dibantu tetangganya yang berjualan batagor saat membuang jasad istrinya di tanah lapang dekat Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya.

"Saya cuma minta tolong, tidak saya bayar," ujar dia.

Kini, pelaku ditahan di Mapolrestabes Surabaya untuk menjalani pemeriksaan intensif. Pelaku disangka Pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara.

sumber : kompas.com

Posting Komentar untuk "Doyan Bersetubuh Tiap Malam, Suami Habisi Nyawa Istri dan Anaknya Yang Masih Didalam Perut Karena Menolak Untuk Layani Nafsunya"