Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kronologi Terbongkarnya Penjualan Cabai Rawit Yang Di Pylox Merah Oleh Petani

 


Harga cabai merah melambung tinggi saat menjelang natal hingga saat ini.

Menguntungkan situasi dan kebutuhan masyarakat, seorang petani asal Temanggung, Jawa Tengah, justru nekat memalsukan cabai merah hingga raup keuntungan.

Tiga pasar tradisional yang pelaku targetkan pun akhirnya para pedagang pun curiga oleh cabai yang dikirimkan pelaku.

Terungkap, cabai yang digunakan ialah cabai palsu yang disemprot zat pewarna.

Tim Gelar Perkara pun menanyakan kepada pihak kepolisian.



Pelaku baru pertama kali memalsukan cabai merah yang saat ini tengah naik harga. Polisi pun mengingatkan masyarakat agar waspada karena cabai palsu sangat mudah ditelisik jika kita jeli saat membeli.

Berdasarkan pengakuan pelaku (BN), dirinya memalsukan cabai karena harga cabai rawit merah yang sedang tinggi saat itu. Pelaku menggunakan zat pewarna agar cabai terlihat merah dan juga segar.

Pengamat sosial melihat tindakan pelaku sebagai aksi rasional. Terhimpit ekonomi, namun biaya produksi pertanian kadang tak sebanding dengan hasil yang didapat. Hingga ini menjadi faktor pendorong pelaku melakukan tindak kriminal.

Selanjutnya Di lansir dari sindonews.com Harga cabai rawit di Pangkalan Bun , Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah kian pedas hingga menampar pelanggan. Per Minggu (17/1/2021) sore harga cabai rawit per kilogram (kg) tembus Rp200.000.

Penaikan harga ini terjadi karena imbas bencana banjir bandang yang menerjang Provinsi Kalimantan Selatan sejak beberapa hari lalu.

"Harga cabai rawit tembus Rp200 ribu per kilogram. Ini disebabkan pasokan dari Banjarmasin (Provinsi Kalsel) terganggu karena banjir," ujar Ulfa, seorang pedagang sayur di Pasar Indra Sari Kelurahan Baru", Minggu (17/1/2021).

sumber : kompas.tv

Posting Komentar untuk "Kronologi Terbongkarnya Penjualan Cabai Rawit Yang Di Pylox Merah Oleh Petani"