Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Janjian Tawuran Massal Jelang Subuh ala Pelajar Yogyakarta

 Puluhan pelajar di Yogyakarta unjuk gigi dengan cara tawuran antar geng sekolah. Mereka berboncengan 15 motor sambil membawa berbagai senjata tajam sebagai alat pertempuran untuk melukai calon lawannya.

Rencananya, puluhan bocah ingusan ini akan bertemu di Kronggahan, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, Yogyakarta pada Selasa, 15 Desember 2020 dini hari. Sebelum bertemu, belasan pelajar dari sekolah yang sama ini melakukan konvoi di jalan menuju lokasi yang disepakati.

Dilansir dari Tagar.id Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sleman, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Deni Irwansyah mengatakan, beruntungnya sebelum terjadi pertumpahan darah, aksi mereka berhasil digagalkan oleh warga dan anggota kepolisian yang melihat adanya keributan di jalan. Mereka diamankan sekitar pukul 04.00 WIB.

“Pelajar yang akan tawuran ini akhirnya terpisah satu sama lain. Dari puluhan itu yang berhasil diamankan di lokasi ada enam orang,” kata AKP Deni kepada wartawan saat jumpa pers di Mapolres Sleman, Rabu, 16 Desember 2020.

Pelajar yang akan tawuran ini akhirnya terpisah satu sama lain. Dari puluhan itu yang berhasil diamankan di lokasi ada enam orang.

Enam remaja yang ditangkap itu semuanya berasal dari Kabupaten Bantul. Mereka adalah AH, 19 tahun, warga yang berdomisili di Tamantirto, Kapanewon Kasihan; RS, usia 16 tahun, warga Argorejo, Kapanewon Sedayu; serta empat lainnya dari Kapanewon Sedayu juga yakni MBE, 17 tahun; RJA, 15 tahun; MIDC, 16 tahun dan DI, 18 tahun.

Dari enam pelaku, polisi menetapkan dua tersangka yakni AH dan RS karena kepemilikan senjata tajam. Namun untuk tersangka RS tidak dihadirkan karena masih di bawah umur. Selain menangkap enam pelaja ini, petugas juga menemukan senjata tajam yang mereka bawa, yakni dua buah jenis golok sisir, pisau bergerigi, tiga buah petasan, dua gir dan dua pedang.

Mereka yang hendak tawuran massal ini berasal dari satu sekolah yang sama, yakni SMA 1 Sedayu, Bantul. Berdasarkan hasil penyelidikan, mereka berasal dari dua geng yang ada di sekolah tersebut, yakni Sunsed dan Eksis. Kedua geng sejak dulu sudah saling bersinggungan meski berasal dari sekolah yang sama.

Sementara untuk motif yang mendasari mereka tawuran, pihaknya juga belum bisa menjelaskannya secara pasti. “Sebenarnya tidak ada motifnya kenapa mereka mau tawuran. Paling ingin diakui geng terkuat di sekolahnya,” kata AKP Deni.

Atas perbuatannya, tersangka AH dikenakan pasal 2 ayat 1 UU darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman paling lama 10 tahun penjara. Sementara RS, wajib apel di Mapolres Sleman.

tagar.id

Posting Komentar untuk "Janjian Tawuran Massal Jelang Subuh ala Pelajar Yogyakarta"